Search

Tampilkan postingan dengan label Komunikasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Komunikasi. Tampilkan semua postingan

15 Nov 2015

Pengaruh Etika Disosial Media Terhadap Kehidupan Sehari-hari

Etika secara etimologis berasal dari bahasa Yunani, etos artinya kebiasaan (costum), adat. Istilah etika pertama kali  dalam sejarah yang tertulis diperkenalkan oleh filsuf Yunani, Aristoteles melalui karyanya yang berjudul Etika Nicomachiea. Buku tersebut berisikan tentang ukuran ukuran perbuatan.  Ditinjau dari sudut asal katanya, etika adalah studi terhadap kebiasaan manusia. Dalam perkembangannya, studi etika tidak hanya membahas kebiasaan yang semata mata berdasarkan sebuah tata cara (manners), melainkan membahas kebiasaan (adat) yang berdasarkan pada sesuatu yang melekat pada kodrat manusia. Sehingga dapat dikatakan bahwa yang hendak diketahui dengan penyelidikan oleh etika itu sendiri adalah kebiasaan kebiasaan dalam arti moral atau kesusilaan. Oleh karena itu, etika sering diartikan sebagai studi tentang yang benar atau salah (right and wrong) dalam tingkah laku manusia.
Manusia adalah makhluk sosial, artinya manusia tidak bisa hidup tanpa manusia lain. Semua manusia pasti berinteraksi , bersosialisasi dan berkomunikasi. Antar sesama manusia pasti berinteraksi dan bersosialisasi dengan cara komunikasi verbal maupun non-verbal. Pada saat ini, komunikasi sangatlah mudah dengan internet.  Internet adalah kumpulan  jaringan-jaringan di seluruh dunia yang terkoneksi menjadi sebuah jaringan global. Jaringan-jaringan yang terkoneksi ini memungkinkan berbagai aplikasi dilaksanakan antar komputer dalam jaringan internet dengan dukungan software dan hardware yang dibutuhkan. Seiring berkembangnya zaman, kemajuan teknologi internet semakin maju pesat. Di internet kita bisa bermain game, menonton, mencari informasi berupa data, gambar, suara atau video, dan kita juga bisa berinteraksi dengan pengguna internet di seluruh dunia melalui sosial  atau jejaring sosial. Sekarang ini sudah banyak menjamur di dunia berbagai sosial media dan jejaring sosial dengan berbagai fiturnya yang canggih. Sebut saja blog, faceook, twitter, google+, path, whatsapp, skype, wechat, BBM (Blackbeery Messenger) , dan lain lain.         
Kemajuan teknologi komunikasi ternyata dimanfaatkan juga oleh remaja untuk megaktualisasikan diri, belajar, dan bermain. Melalui media sosial yang kini bak jamur, banyak remaja yang memanfaatkannya sebagai sarana berinteraksi dengan teman, berbagi tugas-tugas sekolah, bermain game, dan atau sekedar untuk mengisi waktu luang. Namun ternyata, kemudahan kemudahan yang ditawarkan akibat perkembangan teknologi komunikasi, selain banyak membawa dampak positif juga membawa pengaruh negatif terhadap waktu bermain dan belajar remaja. Dampak tersebut termasuk dalam etika kehidupan sehari-hari. 
Seperti misalnya facebook, yang menjadi ajang berkenalan orang-orang satu sama lain. Bila berkenalan dengan maksud positif dan hanya ingi menambah teman, itu tidak menjadi masalah. Yang menjadi masalah ialah jika berkenalan dengan maksud jahat. Dengan melihat foto-foto yang di taruh di facebook lalu bisa mengundang orang utntuk berniat jahat misal, setelah saling ketemu mungkin bisa di hipnotis atau prilaku jahat lainnya, atau bisa juga terlalu frontalnya menaruh foto pribadi bisa mengundang orang iseng untuk mengedit yang senonoh dan disebarluaskan.
Tanpa disadari, facebook dapat membuat aktifitas kita menjadi terhambat karena adanya permainan-permainan di facebook tersebut ataupun hanya sekedar chat atau melihat foto-foto profile orang lain. Sama hal nya dengan twitter yang menghambat aktifitas karena menjadi malas dan ketagihan untuk terus melihat update terbaru dari orang-orang yang memang pasti selalu ada saja yang meng-update di setiap menit bahkan detiknya. Karena dua jaringan sosial inilah kita semakin dekat dengan budaya barat karena mudahnya mengakses suatu berita tentang budaya barat. Dua jaringan sosial ini juga bisa menjadi alat untuk menjelekkan suatu institusi atau seseorang.
Read More ->>

11 Sep 2013

Komunikasi Dalam Dunia Kerja

Salam Panda!!
"kalau ragu, angkat kelingking"


Komunikasi sangatlah vital dalam dunia kerja. Ibarat tubuh, komunikasi adalah jantungnya bray. Kalau kita kurang lancar atau gagal dalam berkomunikasi bisa berakibat fatal dalam hubungan kerja. Lancar dalam berkomunikasi sangat diperlukan dalam hubungan kerja bray. Agar lancar, diperlukan strategi yang tepat. Caranya adalah dengan bijak mengetahui kepada siapa anda harus menyampaikan, kapan saat yang tepat menyampaikannya, dan bagaimana cara penyajian penyampaiannnya bray.

Berikut tipsnya agar lancar berkomunikasi dalam hubungan kerja.

1. Siapa orang yang tepat anda sampaikan
Pikirkan dan temukan orang yang tepat, agar anda tidak perlu membuang waktu karena menyampaikan berulang pada orang yang tidak seharusnya. Bahkan akibat lain berdampak sensasi buruk pada reputasi anda atau hubungan kerja menjadi tidak harmonis.

2. Timing
Jika anda menyampaikan sesuatu saat orang yang anda tuju dalam keadaan sibuk, terburu-buru, atau dalam suasana badmood, maka anda malah bisa menjadi tumbal pelampiasan kekecewaan atau amarah. Jadi pilihlah waktu yang tepat untuk menyampaikannya.

3. Isi
Sampaikan dengan to the point dan tepat sasaran, tidak berputar-putar karena bisa malah membingungkan orang yang mendengarkannya. Akibatnya sasaran tidak tercapai.

4. Orang yang terlibat
Kadang kala perlu menyampaikan kepada lebih dari satu orang. Macam-macam tujuannya, ada yang takut tidak dipercaya, bisa juga supaya lebih menyakinkan orang yang kita tuju agar ada yang menjadi pendukung kita bila ditanya.

5. Menyampaikan usulan
Ide baru selalu dibutuhkan pada perusahaan manapun untuk kemajuan dan perbaikan .

Demikian bray, sedikit info yang bisa disharing. Semoga bermanfaat ya bray :)

Read More ->>

5 Feb 2013

Tips Bagaimana Menjadi Reporter yang Baik

Salam Panda!!
“kalau ragu, angkat kelingking”

Tahukah gak bray? bahwa kemampuan berkomunikasi yang baik merupakan salah satu modal penting dalam berbagai bidang bray. Kelebihan lainnya dari orang-orang yang memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik adalah rasa percaya diri yang kuat. Berkomunikasi yang baik berkaitan dengan kemampuan secara verbal dan non-verbal. Beberapa hal lain yang turut menunjang keberhasilan komunikasi adalah cara menyampaikan pesan verbal berupa intonasi yang tepat, suara yang jelas, serta bahasa tubuh yang baik. Nah jadi jangan anggap remeh komunikasi ya bray. Karena gue anak komunikasi juga sebenarnya haha.

Salah satu pekerjaan yang cocok bagi orang-orang yang memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik adalah menjadi reporter bray. Untuk menjadi reporter yang baik, hal pertama yang perlu ditanamkan adalah mencari tahu bagaimana menjadi seorang jurnalis yang baik pula. Menjadi reporter handal dapat ditempuh dengan langkah awal yaitu  dengan menjadi jurnalis yang baik. Jurnalis adalah orang yang pekerjaannya mengumpulkan dan menulis berita dan lain-lain, atau bisa disebut juga sebagai wartawan. Seorang reporter yang baik harus menyiapkan mental dan waktu yang cukup banyak karena seorang reporter dapat bekerja selama 12 jam. Widiiiihhh, berat juga jadi reporter tu ya bray :D

Nah, berikut gue kasih tips bagaimana menjadi reporter yang baik bray :

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan/dimiliki oleh seorang reporter :

1.  Modal Awal
·Percaya diri
·Pengalaman sebagai jurnalis (hobi menulis, membuat cerpen, dll)
·Minat akan informasi di segala bidang
·Ambisi tinggi
2.  Kemampuan membaca baik
·Variasi intonasi
·Aksentuasi jelas
·Tidak cadel atau memiliki logat tertentu
·Suara Microphonic (sebagian merupakan bakat sejak lahir, namun bisa dilatih juga)

Berikut adalah persiapan sebelum membaca berita dan saat ON AIR :

Persiapan sebelum membaca berita :

1.  Fisik
Pastikan tidur dengan cukup, perut tidak kelaparan, dan banyak minum air putih hangat untuk tenggorokan.
2. Mengetahui headline berita, intisari berita dan pesan yang ingin ditegaskan dan disorot.
3.  Latihan singkat untuk memanaskan pita suara :
-    Humming/bergumam minimal 2 menit
-    Melafalkan A-I-U-E-O
-    Merenggangkan rahang
-    Menyayikan doremi nada rendah hingga tinggi

Saat ON AIR :

1. Pastikan sudah ada di meja studio 30 menit sebelum ON AIR
2. Bayangkan kamera adalah lawan bicara anda dan tatap lurus tepat di lensa kamera
3. Baca berita dengan kecepatan wajar dan tidak terlalu cepat
4. Senyum adalah kewajiban dan sesuaikan ekspresi berita secara wajar
5. Perhatikan gesture tubuh, jangan membuat gerakan berlebihan
6. Pastikan intonasi tidak monoton
7. Jangan panik saat teleprompter mengalami gangguan, baca naskah pada kertas
8. Minta maaf jika terjadi banyak kesalahan teknis.

Demikian tips bagaimana menjadi reporter yang baik dari gue bray.
Semoga bermanfaat ya bray :D
Read More ->>

1 Feb 2013

Makalah Sosiologi : Kenakalan Remaja

Salam Panda!!   
"kalau ragu, angkat kelingking" 
Berikut gue akan memberikan contoh Makalah Sosiologi yang bertemakan Kenakalan Remaja bray.

A. Latar Belakang Permasalahan

Masa remaja sering dikenal dengan istilah masa pemberontakan. Pada masa-masa ini, seorang anak yang baru mengalami pubertas seringkali menampilkan beragam gejolak emosi, menarik diri dari keluarga, serta mengalami banyak masalah, baik di rumah, sekolah, atau di lingkungan pertemanannya.       

Kenakalan remaja di era modern ini sudah melebihi batas yang sewajarnya. Banyak anak dibawah umur yang sudah mengenal Rokok, Narkoba, Freesex, dan terlibat banyak tindakan kriminal lainnya. Fakta ini sudah tidak dapat dipungkuri lagi, anda dapat melihat brutalnya remaja jaman sekarang.  Meningkatnya tingkat kriminal di Indonesia tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa, tetapi banyak juga dari kalangan para remaja. Tindakan kenakalan remaja sangat beranekaragam dan bervariasi dan lebih terbatas jika dibandingkan tindakan kriminal orang dewasa. Juga motivasi para remaja sering lebih sederhana dan mudah dipahami misalnya : pencurian yang dilakukan oleh seorang remaja, hanya untuk memberikan hadiah kepada mereka yang disukainya dengan maksud untuk membuat kesan impresif yang baik atau mengagumkan.

Akibatnya, para orangtua mengeluhkan perilaku anak-anaknya yang tidak dapat diatur, bahkan terkadang bertindak melawan mereka. Konflik keluarga, mood swing, depresi, dan munculnya tindakan berisiko sangat umum terjadi pada masa remaja dibandingkan pada masa-masa lain di sepanjang rentang kehidupan.

B. Kajian Permasalahan
1. Pengertian Remaja
Remaja adalah waktu manusia berumur belasan tahun. Pada masa remaja manusia tidak dapat disebut sudah dewasa tetapi tidak dapat pula disebut anak-anak. Masa remaja adalah masa peralihan manusia dari anak-anak menuju dewasa. Remaja merupakan masa peralihan antara masa anak dan masa dewasa yang berjalan antara umur 12 tahun sampai 21 tahun.
        
Menurut psikologi, remaja adalah suatu periode transisi dari masa akhir anak-anak hingga masa awal dewasa, yang dimasuki pada usia kira kira 10 hingga 12 tahun dan berakhir pada usia 18 tahun hingga 22 tahun. Masa remaja bermula pada perubahan fisik yang cepat, pertambahan berat dan tinggi badan yang drastis, perubahan bentuk tubuh, dan perkembangan karakteristik seksual seperti pembesaran buah dada, perkembangan pinggang dan kumis, dan dalamnya suara. Pada perkembangan ini, pencapaian kemandirian dan identitas sangat menonjol (pemikiran semakin logis, abstrak, dan idealistis) dan semakin banyak menghabiskan waktu di luar keluarga.
        
Remaja memiliki tempat di antara anak-anak dan orang tua karena sudah tidak termasuk golongan anak tetapi belum juga berada dalam golongan dewasa atau tua. Seperti yang dikemukakan oleh Calon (dalam Monks, dkk 1994) bahwa masa remaja menunjukkan dengan jelas sifat transisi atau peralihan karena remaja belum memperoleh status dewasa dan tidak lagi memiliki status anak.
2. Ciri-ciri Remaja
Mengenai ciri-ciri remaja tidak mesti dilihat dari satu sisi, tetapi dapat dilihat dari berbagai segi. Misalnya dari segi usia, perkembangan fisik, phisikis, dan perilaku. Menurut Gayo (1990: 638-639) ciri-ciri remaja usianya berkisar 12-20 tahun yang dibagi dalam tiga fase yaitu; Adolensi diri, adolensi menengah, dan adolensi akhir. Penjelasan ketiga fase ini sebagai berikut.
a. Adolensi dini
Fase ini berarti preokupasi seksual yang meninggi yang tidak jarang menurunkan daya kreatif/ ketekunan, mulai renggang dengan orang tuanya dan membentuk kelompok kawan atau sahabat karib, tinggah laku kurang dapat dipertanggungjawabkan. Seperti perilaku di luar kebiasaan, delikuen,dan maniakal atau defresif.
b. Adolensi menengah 
Fase ini memiliki umum: Hubungan dengan kawan dari lawan jenis mulai meningkat pentingnya, fantasi dan fanatisme terhadap berbagai aliran, misalnya, mistik, musik, dan lain-lain. Menduduki tempat yang kuat dalam perioritasnya, politik dan kebudayaan mulai menyita perhatiannya sehingga kritik…..tidak jarang dilontarkan kepada keluarga dan masyarakat yang dianggap salah dan tidak benar, seksualitas mulai tampak dalam ruang atau skala identifikasi.           
c. Adolesensi akhir
Masa ini remaja mulai lebih luas, mantap, dari dewasa dalam ruang lingkup penghayatannya .Ia lebih bersifat ‘menerima’dan ‘mengerti’ malahan sudah mulai menghargai sikap orang/pihak lain yang mungkin sebelumnya ditolak. Memiliki karier tertentu dan sikap kedudukan, kultural, politik, maupun etikanya lebih mendekati orang tuanya. Bila kondisinya kurang menguntungkan, maka masa turut diperpanjang dengan konsekuensi .imitasi, bosan, dan merosot tahap kesulitan jiwanya. Memerlukan bimbingan dengan baik dan bijaksana, dari orang-orang di sekitarnya.
3. Kenakalan Remaja 
Kenakalan remaja (juvenile delinquency) adalah suatu perbuatan yang melanggar norma, aturan atau hukum dalam masyarakat yang dilakukan pada usia remaja atau transisi masa anak-anak dan dewasa.
Faktor pemicunya, menurut sosiolog Kartono, antara lain adalah gagalnya remaja melewati masa transisinya, dari anak kecil menjadi dewasa, dan juga karena lemahnya pertahanan diri terhadap pengaruh dunia luar yang kurang baik.
Akibatnya, para orangtua mengeluhkan perilaku anak-anaknya yang tidak dapat diatur, bahkan terkadang bertindak melawan mereka. Konflik keluarga, mood swing, depresi, dan munculnya tindakan berisiko sangat umum terjadi pada masa remaja dibandingkan pada masa-masa lain di sepanjang rentang kehidupan.
Perilaku yang ditampilkan dapat bermacam-macam, mulai dari kenakalan ringan seperti membolos sekolah, melanggar peraturan-peraturan sekolah, melanggar jam malam yang orangtua berikan, hingga kenakalan berat seperti vandalisme, perkelahian antar geng, penggunaan obat-obat terlarang, dan sebagainya.
4. Faktor Penyebab Kenakalan Remaja
Perilaku ‘nakal’ remaja bisa disebabkan oleh faktor dari remaja itu sendiri (internal) maupun faktor dari luar (eksternal).
Faktor internal:
a.Krisis identitasPerubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja memungkinkan terjadinya dua bentuk integrasi. Pertama, terbentuknya perasaan akan konsistensi dalam kehidupannya. Kedua, tercapainya identitas peran. Kenakalan ramaja terjadi karena remaja gagal mencapai masa integrasi kedua.
b.Kontrol diri yang lemah: Remaja yang tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan yang tidak dapat diterima akan terseret pada perilaku ‘nakal’. Begitupun bagi mereka yang telah mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut, namun tidak bisa mengembangkan kontrol diri untuk bertingkah laku sesuai dengan pengetahuannya.
Faktor eksternal:
a. Keluarga dan Perceraian orangtua, tidak adanya komunikasi antar anggota keluarga, atau perselisihan antar anggota keluarga bisa memicu perilaku negatif pada remaja. Pendidikan yang salah di keluarga pun, seperti terlalu memanjakan anak, tidak memberikan pendidikan agama, atau penolakan terhadap eksistensi anak, bisa menjadi penyebab terjadinya kenakalan remaja.
b. Teman sebaya yang kurang baik
c. Komunitas/lingkungan tempat tinggal yang kurang baik.
5. Peranan Keluarga dalam Mengurangi/mengatasi Kenakalan Remaja
Orang tua berperan penting dalam mengontrol emosi remaja, baik yang memberi efek positif maupun negatif. Hal ini menunjukkan bahwa orang tua masih merupakan lingkungan yang sangat penting bagi remaja.

Menurut Mu’tadin (2002) remaja sering mengalami dilema yang sangat besar antara mengikuti kehendak orang tua atau mengikuti kehendaknya sendiri. Situasi ini dikenal dengan ambivalensi dan hal ini akan menimbulkan konflik pada diri remaja. Konflik ini akan mempengaruhi remaja dalam usahanya untuk mandiri, sehingga sering menimbulkan hambatan dalam  penyesuaian diri terhadap lingkungan sekitarnya, bahkan  dalam beberapa kasus tidak jarang remaja menjadi frustasi dan memendam kemarahan yang mendalam kepada orang tuanya dan orang lain disekitarnya. Frustasi dan kemarahan tersebut seringkali di ungkapkan dengan perilaku perilaku yang tidak simpatik terhadap orang tua maupun orang lain yang dapat membahayakan dirinya sendiri maupun orang lain disekitarnya.

Penilitian yang dilakukan BKKBN pada umunya masalah antara orang tua dan anaknya bukan hal hal yang mendalam seperti maslah ekonomi, agama, social, politik, tetapi hal yang sepele seperti tugas-tugas di rumah tangga, pakaian dan penampilan.

Read More ->>

30 Jan 2013

Makalah Pancasila : Sejarah Pancasila

Salam Panda!!   
"kalau ragu, angkat kelingking" 

Berikut gue akan memberikan contoh Makalah Pancasila yang bertemakan Sejarah Pancasila bray.
BAB I
Pengertian Pancasila
Banyak tokoh nasional yang telah merumuskan konsep Pancasila sesuai dengan sudut pandang masing-masing. Namun jika kita melihat yang telah dirumuskan itu memiliki definisi konsep yang relatif sama. Berikut adalah beberapa pengertian pancasila yang dikemukakan oleh para ahli.
a.      Muhammad Yamin 
Pancasila berasal dari kata panca yang berarti lima, dan sila yang berarti sendi, asas, dasar, atau peraturan tingkah laku yang penting dan baik. Dengan demikian Pancasila merupakan lima dasar yang berisi pedoman atau aturan tentang tingkah laku yang penting dan baik (Yamin, 1960 : 437).
b.      Ir. Soekarno 
     Pancasila adalah isi jiwa bangsa Indonesia yang turun-temurun yang sekian lamanya terpendam bisu oleh kebudayaan Barat. Dengan demikian, Pancasila tidak saja falsafah Negara, tetapi lebih luas lagi, yakni falsafah bangsa Indonesia.
c.       Notonegoro
    Pancasila merupakan dasar falsafah dan ideologi Negara yang diharapkan menjadi pandangan hidup bangsa Indonesia sebagai dasar pemersatu, lambing persatuan dan kesatuan, serta sebagai pertahanan bangsa dan Negara Indonesia.
BAB II
Sejarah Perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara
Menjelang akhir tahun 1994, bala tentara Jepang secara terus menerus menderita kekalahan perang dari sekutu. Hal ini kemudian membawa perubahan baru bagi pemerintah Jepang di Tokyo dengan janji kemerdekaan yang diumumkan Perdana Menteri Koiso tanggal 7 September 1994 dalam Teikoku Gikai (Sidang istimewa Parlemen Jepang ke-85). Janji tersebut kemudian diumumkan oleh Jendral Kumakhici Harada tanggal 1 Maret 1945 yang merencanakan pembentukan Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).
a. Pembentukan Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia
Jepang meyakinkan bangsa Indonesia tentang kemerdekaan yang dijanjikan dengan membentuk Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Badan itu dalam bahasa Jepang disebut Dokuritsu Junbi Cosakai. Jenderal Kumakichi Harada, Komandan Pasukan Jepang untuk Jawa pada tanggal 1 Maret 1945 mengumumkan pembentukan BPUPKI. Pada tanggal 28 April 1945 diumumkan pengangkatan anggota BPUPKI. Upacara peresmiannya dilaksanakan di Gedung Cuo Sangi In di Pejambon Jakarta (sekarang Gedung Departemen Luar Negeri). Ketua BPUPKI ditunjuk Jepang adalah dr. Rajiman Wedyodiningrat, wakilnya adalah Icibangase (Jepang), dan sebagai sekretarisnya adalah R.P. Soeroso. Jumlah anggota BPUPKI adalah 63 orang yang mewakili hampir seluruh wilayah Indonesia ditambah 7 orang tanpa hak suara.

Persidangan Pertama BPUPKI (29 Mei–1 Juni 1945)
Setelah terbentuk BPUPKI segera mengadakan persidangan. Masa persidangan pertama BPUPKI dimulai pada tanggal 29 Mei 1945 sampai dengan 1 Juni 1945. Pada masa persidangan ini, BPUPKI membahas rumusan dasar negara untuk Indonesia merdeka. Pada persidangan dikemukakan berbagai pendapat tentang dasar negara yang akan dipakai Indonesia merdeka. Pendapat tersebut disampaikan oleh Mr. Mohammad Yamin, Mr. Supomo, dan Ir. Sukarno.

Mr. Mohammad Yamin
          Mr. Mohammad Yamin menyatakan pemikirannya tentang dasar negara Indonesia merdeka dihadapan sidang BPUPKI pada tanggal 29 Mei 1945 diantaranya sebagai berikut:
1.                  peri kebangsaan
2.                  peri kemanusiaan
3.                  peri ketuhanan
4.                  peri kerakyatan
5.                  kesejahteraan rakyat.

Mr. Supomo
          Mr. Supomo menyatakan pemikirannya di hadapan sidang BPUPKI pada tanggal 31 Mei 1945 diantaranya sebagai berikut :
1.                  persatuan
2.                  kekeluargaan
3.                  keseimbangan lahir dan batin
4.                  musyawarah
5.                  keadilan social.

Ir. Sukarno
Pada tanggal 1 Juni 1945 Ir. Sukarno mendapat kesempatan untuk mengemukakan dasar negara Indonesia merdeka. Pemikirannya terdiri atas lima asas berikut ini:
1.                  kebangsaan Indonesia
2.                  internasionalisme atau perikemanusiaan
3.                  mufakat atau demokrasi
4.                  kesejahteraan sosial
5.                  Ketuhanan yang Maha Esa.

Piagam Jakarta (22 Juni 1945)
Masa persidangan pertama BPUPKI berakhir, tetapi rumusan dasar negara untuk Indonesia merdeka belum terbentuk. Untuk itu, BPUPKI membentuk panitia perumus dasar negara yang beranggotakan sembilan orang sehingga disebut Panitia Sembilan. Tugas Panitia Sembilan adalah menampung berbagai aspirasi tentang pembentukan dasar negara Indonesia merdeka. Anggota Panitia Sembilan terdiri atas Ir. Sukarno (ketua), Abdulkahar Muzakir, Drs. Moh. Hatta, K.H. Abdul Wachid Hasyim, Mr. Moh. Yamin, H. Agus Salim, Ahmad Subarjo, Abikusno Cokrosuryo, dan A. A. Maramis. Panitia Sembilan bekerja cerdas sehingga pada tanggal 22 Juni 1945 berhasil merumuskan dasar negara untuk Indonesia merdeka. Rumusan itu oleh Mr. Moh. Yamin diberi nama Piagam Jakarta atau Jakarta Charter
          Adapun rumusan Pancasila sebagaimana termuat dalam Piagam Jakarta adalah sebagai berikut :
1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya
2.  Kemanusian yang adil dan beradap
3.  Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
5.  Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia 
b. Pembentukan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI)
Pada tanggal 7 Agustus 1945 BPUPKI dibubarkan Jepang. Untuk menindaklanjuti hasil kerja BPUPKI, Jepang membentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Lembaga tersebut dalam bahasa Jepang disebut Dokuritsu Junbi Iinkai. PPKI beranggotakan 21 orang yang mewakili seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
Sidang PPKI (18 Agustus 1945)
Dalam sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945 ini menghasilkan rumusan akhir Pancasila yang pada dasarnya relatif sama dengan hasil piagam Jakarta.
1.    Ketuhanan yang Maha Esa
2.    Kemanusian yang adil dan beradap
3.    Persatuan Indonesia
4.  Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
5.    Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Rumusan inilah yang kemudian dijadikan dasar Negara hingga sekarang bahkan hingga akhir bangsa Indonesia. Dan bangsa Indonesia berkomitmen bahwa Pancasila sebagai dasar Negara tidak dapat diubah siapapun, termasuk Presiden dan MPR. Jika mengubah Pancasila sebagai dasar Negara berarti membubarkan Negara hasil proklamasi (Tap MPRS No. XX/MPRS/1966).
Read More ->>
animasi  bergerak gif

Text Widget

Sample Text

Categories

Label

Pages